Penting Menjaga Kesehatan Mental, Inilah Segala Hal Yang Harus Anda Ketahui Tentang Gangguan Mental

Selama ini banyak orang yang berpandangan bahwa sakit hanyalah sakit fisik, namun mental juga bisa mengalami sakit. Oleh karena itu, sudah seharusnya Anda juga selalu menjaga kesehatan mental.

Mental yang sehat tentunya akan merasa tenteram dan tenang. Dengan begitu, Anda bisa menjalani kehidupan di dunia secara nikmat dan bisa menghargai orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Selain itu, jika mental sehat, maka Anda pun bisa lebih memaksimalkan kemampuan serta potensi yang ada di dalam diri untuk mengatasi segala aktivitas maupun permasalahan hidup dengan cara yang positif. Sedangkan jika mental dalam kondisi yang tidak sehat, maka suasana hati pun akan terasa buruk.

Hal ini pun berdampak pada hubungan dengan orang lain yang tidak bisa berlangsung secara baik. Bahkan hal ini berpotensi membuat aktivitas yang Anda kerjakan tidak lancar.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa gangguan mental tidaklah sama dengan gila. Karena tidak sedikit orang yang memiliki mindset jika ada orang yang mengalami masalah mental, maka disebutnya sebagai orang gila.

Sehingga penanganannya pun tidaklah tepat. Misalnya seperti memasuk kakinya dan mengurung hingga bertahun-tahun dalam suatu ruangan hingga mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari orang-orang sekitar.

Apa Itu Kesehatan Mental?

Kesehatan mental melingkupi kesehatan emosional, psikologis, serta sosial. Memperhatikan kesehatan mental sangatlah penting sejak Anda masih berusia dini hingga sudah dewasa.

Karena hal inilah yang akan memengaruhi cara Anda untuk berpikir, merasakan, serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesehatan mental yang baik, maka Anda akan mampu untuk mengelola kondisi stres, saat menjalin hubungan dengan orang lain, dan saat harus memutuskan sebuah pilihan.

Adanya masalah mental mampu memengaruhi mood dan perilaku Anda. Bahkan gangguan mental yang menyerang bisa berbagai jenis dengan gejala yang bervariasi. Misalnya saja seperti depresi, skizofrenia, gangguan kecemasan, anoreksia, dan sebagainya.

Gangguan Mental Bisa Menyerang Siapa Saja

Gangguan mental atau mental illnes bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin maupun usia. Bahkan World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa satu dari lima anak serta remaja yang ada di dunia mempunyai gangguan mental. Sedangkan pada orang dewasa, hal ini memengaruhi satu dari empat orang yang ada di dunia.

Melalui kasus tersebut, maka setengahnya dimulai dari remaja yang berusia di bawah 14 tahun. Di mana masa-masa ini adalah usia yang rawan untuk mendapatkan gangguan mental yang sering terjadi.

Jenis-Jenis Gangguan Mental

Ada banyak sekali gangguan mental yang bisa menyerang. Bahkan diketahui ada lebih dari 200 jenis gangguan mental. Hal ini pun pastinya akan sangat mengganggu kesehatan mental Anda jika sampai mengalaminya. Berikut adalah beberapa jenis gangguan mental yang paling sering terjadi.

1. Depresi

Depresi menjadi salah jenis gangguan mental yang sering terjadi. Di mana sebelumnya penderita mengalami kesedihan yang berlarut-larut sampai dirinya merasa putus asa, menyalahkan diri sendiri, dan merasa bahwa dirinya tidak berharga. Anda juga akan kehilangan motivasi, hingga pada akhirnya akan muncul berbagai masalah fisik yang penyebabnya tidaklah jelas.

2. Gangguan Kecemasan

Selain depresi, ada juga gangguan kecemasan. Di mana Anda akan merasakan cemas yang berlebihan dan bisa bertahan dalam waktu yang lama hingga semakin memburuk. Anda pun akan merasa sangat terbebani. Gangguan yang menyerang biasanya berupa kepanikan, fobia, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).

3. Gangguan Bipolar

Anda pasti pernah mendengar gangguan ini. Gangguan bipolar adalah salah satu jenis penyakit mental yang memiliki tanda berupa perubahan suasana hati yang tidak biasa. Perubahan tersebut dari yang sangat bahagia menjadi sangat sedih dan kemudian putus asa.

4, Gangguan Makan

Inilah gangguan yang melibatkan pikiran mengenai makanan serta perilaku makan Anda. Anda bisa saja akan banyak mengonsumsi makanan atau bahkan lebih sedikit. Hal ini biasanya berhubungan dengan adanya rasa cemas dan khawatir secara berlebihan tentang berat dan bentuk tubuh Anda.

5. Psikosis

Gangguan ini adalah tipe mental disorder yang serius dan membuat pemikiran serta persepsi Anda menjadi tidak normal. Tanda-tanda dari psikosis adalah delusi dan halusinasi. Dan penyakit skizofrenia adalah salah satu dari jenis gangguan psikosis yang banyak terjadi.

6. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

PTSD merupakan gangguan kesehatan mental yang menyerang setelah Anda mengalami suatu peristiwa yang traumatis. Di mana peristiwa tersebut mampu mengancam nyawa Anda, misalnya berupa kekerasan seksual, kecelakaan kendaraan, bencana alam, dan peristiwa lainnya.

Faktor Penyebab Gangguan Mental

Terjadinya gangguan mental yang menyerang seseorang pada umumnya bisa terjadi karena adanya beberapa faktor penyebab. Faktor-faktor tersebut bisa berupa faktor genetik yang merupakan keturunan, lalu faktor biologis seperti adanya ketidakseimbangan kimiawi di otak, cedera traumatik, maupun epilepsi.

Selain itu, faktor psikologis yang berasal dari trauma yang berlangsung secara signifikan seperti pelecehan seksual, trauma saat dahulu menjalani peperangan dalam militer, kecelakaan kendaraan, pernah menjadi korban kejahatan dan kekerasan, serta isolasi sosial atau merasa kesepian.

Kemudian ada faktor akibat dampak dari lingkungan ketika berada di dalam kandungan, misalnya terpapar zat kimia, alkohol, serta obat-obatan terlarang atau narkoba. Dan faktor dari lingkungan lainnya, seperti ditinggal selamanya oleh orang yang Anda sayangi, pemecatan pekerjaan, atau mengalami kemiskinan hingga memiliki utang yang banyak.

Gejala Orang Yang Mengalami Gangguan Mental

Setiap orang yang menderita gangguan mental pasti akan mengalami tanda-tanda atau gejala yang berbeda-beda. Hal ini tergantung dengan jenis gangguan mental yang Anda alami dan tingkat keseriusan dari gangguan tersebut. Bahkan tanda-tanda yang muncul terkadang juga membuat orang di sekitar Anda juga menyadarinya. Gejala yang muncul secara umum memengaruhi pikiran, emosi, serta perilaku yang Anda tampakkan sehari-hari.

Gejala pada gangguan mental adalah sebagai berikut.

1. Sering Merasa Sedih

Gejala gangguan mental yang kerap terjadi adalah sering merasa sedih dan terkadang rasa sedih itu bisa muncul tiba-tiba. Bahkan sedih yang Anda rasakan bisa berlebihan.

2. Sulit Berkonsentrasi

Ketika Anda sedang melakukan suatu aktivitas, dalam hal ini performa Anda akan terganggu serta sulit untuk berkonsentrasi. Sehingga kondisi ini berpotensi membuat pekerjaan Anda menjadi kacau.

3. Perubahan Suasana Hati

Mood atau suasan hati Anda bisa berubah sewaktu-waktu. Di mana tiba-tiba Anda bisa senang, tiba-tiba sedih dan ingin menangis, kadang juga ingin marah tanpa tahu penyebabnya.

4. Menarik Diri Dari Lingkungan Sosial

Gejala gangguan mental selanjutnya Anda keinginan Anda untuk selalu menyendiri dengan cara menarik diri dari lingkungan sosial. Anda tidak memiliki minat untuk berkumpul dan ngobrol dengan teman-teman seperti biasanya.

5. Kelelahan Yang Signifikan

Gejala yang mengganggu kesehatan mental Anda adalah kelelahan secara signifikan. Di mana energi Anda mengalami penurunan sehingga membuat tubuh menjadi cepat lelah. Namun Anda juga mengalami masalah tidur yang membuat pola istirahat Anda tidak teratur.

6. Berpikir Untuk Bunuh Diri

Gejala yang paling serius adalah berpikiran untuk bunuh diri. Anda sudah merasa putus asa, tidak ada lagi motivasi, dan terus menyalahkan diri sendiri. Sehingga menganggap diri Anda tidak ada lagi gunanya dan tidak ada alasan untuk tetap hidup. Dengan begitu, mengakhiri hidup menurutnya adalah keputusan yang tepat.

Hal Yang Mampu Meningkatkan Risiko Menderita Gangguan Mental

Meskipun gangguan mental ini bisa menyerang siapa saja, namun ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita gangguan mental. Orang-orang tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Orang yang saat lahir memiliki kelainan otak atau mengalami kerusakan pada otaknya akibat dari cedera serius, maka memiliki risiko tinggi untuk mengalami gangguan mental.
  2. Orang yang dalam anggota keluarganya ada yang memiliki gangguan mental, maka hal ini berisiko untuk menurun.
  3. Lalu orang yang memiliki kondisi medis kronis, misalnya memiliki penyakit kanker.
  4. Risiko yang tinggi akan gangguan mental juga terjadi pada orang-orang yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres yang tinggi. Misalnya seperti pebisnis dan dokter.
  5. Orang-orang yang sebelumnya mengalami gagal dalam hidupnya, seperti penolakan kerja berkali-kali dan putus sekolah.

Pengobatan Gangguan Mental Di Rumah Sakit Dan Di Rumah

Untuk memberikan penanganan pada penderita gangguan kesehatan mental, Anda bisa melakukannya di rumah sakit atau di rumah. Jika di rumah sakit, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa Anda dapatkan. Begitu pun dengan pengobatan di rumah yang biasanya berkaitan dengan penguatan gaya hidup.

1. Pengobatan Di Rumah Sakit

– Psikoterapi

Dalam hal ini membutuhkan adanya komunikasi untuk membicarakan masalah yang Anda alami, di mana menjadi penyebab terjadinya gangguan mental tersebut. Dari pembicaraan itulah, maka ahli kesehatan yang menangani Anda akan membantu untuk mempelajari tentang kondisi serta suasana hati, pikiran, perasaan, perilaku Anda sehari-hari. Kemudian juga mempelajari bagaimana untuk mengatasi dan mengelola stres yang terjadi.

– Obat-Obatan

Mengonsumsi obat-obatan bukan berarti akan langsung menyembuhkan gangguan mental yang Anda derita. Namun, adanya obat-obatan mampu untuk mengurangi gejalanya dan membantu pengobatan lain yang lebih efektif. Dokter biasanya akan memberikan resep yang berbeda-beda tergantung kondisi Anda. Misalnya saja obat antidepresan untuk depresi dan dan gangguan kecemasan, obat anti-anxiety untuk serangan panik, dan obat antipsikotik untuk skizofrenia.

– Perawatan Rumah Sakit Jiwa

Pemberian perawatan di rumah sakit adalah saat kondisinya sudah sangat parah. Biasanya penanganan ini disarankan pada penderita yang tidak bisa merawat dirinya sendiri secara baik atau kondisinya sudah bahaya sampai melukai diri sendiri.

2. Pengobatan Di Rumah

Pengobatan di rumah biasanya berhubungan dengan aturan gaya hidup yang harus selalu dipatuhi. Misalnya saja menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang, rutin berolahraga dan beraktivitas fisik lainnya, menjaga pola makan yang sehat serta istirahat yang cukup.

Kemudian belajarlah untuk selalu positive thinking, turut serta dalam komunitas yang memiliki kondisi mental sama, serta ikut dalam kegiatan-kegiatan sosial dan berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman untuk saling sharing.

Dengan begitu, Anda tidaklah bisa meremehkan gangguan pada kesehatan mental. Karena dari gangguan mental inilah yang mampu membuat aktivitas Anda terganggu dan berpotensi memunculkan penyakit-penyakit fisik. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka janganlah menyerah dan lakukan apa yang menjadi rekomendasi dokter.

Share on:

Tinggalkan komentar