Selain Corona, Simak Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus Ini!

Maraknya kasus COVID-19 sebagai pandemi global, lambat laun mempengaruhi banyak sendi kehidupan. COVID-19 atau yang kerap disebut Corona ini menyerang sistem pernapasan manusia. Gejalanya seperti demam yakni batuk dan flu biasa yang lama kelamaan berdampak buruk di paru-paru (gejala pneumonia). Namun perlu dipahami, ada banyak penyakit yang disebabkan oleh virus selain Corona. Apa saja kira-kira? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Gejala Umum Dari Penyakit yang Disebabkan Oleh Virus

Penyakit karena masuknya virus tak bisa langsung sembuh hanya dengan obat antibiotik. Beberapa dapat sembuh dengan sendirinya bila Anda memiliki sistem imun yang bagus, namun ada pula yang harus dibantu oleh obat antivirus. Meski penanganannya berbeda, penyakit akibat adanya virus cenderung memiliki gejala yang sama dengan penyakit karena bakteri.

Maka dari itu, Anda harus jeli dalam mengidentifikasi penyakit yang diderita. Apakah benar karena adanya virus atau malah karena bakteri? Nah agar diagnosis dan penanganan tepat, segera konsultasikan hal ini kepada dokter sebelum membeli obat secara bebas. Ciri umum dari gejala penyakit akibat virus diantaranya batuk dan bersin, demam, diare, muntah kelelahan, hingga kram.

Penyakit akibat virus ini  terjadi karena kontak udara dari percikan ludah saat batuk dan bersin. Selain itu, adanya kontak fisik dengan orang yang terinfeksi seperti berciuman dan berhubungan intim juga dapat menularkan virus penyakit. Dan berbagai penularan lainnya melalui cairan tubuh pada orang sakit, seperti urine, feses, atau darah.

Tak hanya itu, penularan penyakit virus bisa juga melalui makanan, minuman, dan permukaan benda yang terkontaminasi. Karenanya, hanya dengan melakukan kotak makhluk hidup yang telah terinfeksi pun penting untuk mencegah penularan. Jika dirasa Anda menderita suatu penyakit akibat virus, segera ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat, agar virus tak semakin berkembang.

Jenis Penyakit yang Berasal Dari Virus

Meskipun gejala dan penularan penyakit akibat virus hampir sama dengan penyakit yang berbakteri, namun keduanya memiliki respon berbeda terhadap obat-obatan. Karena virus berukuran lebih kecil dibandingkan bakteri, bahkan mereka membutuhkan sel inang yang hidup. Area yang diserang pun berbeda, virus akan menyerang sebagian sel dan mengambil alih sistem kerjanya.

Demam Berdarah Dengue

Penyakit virus ini berasal dari nyamuk Aedes aegypti yang merebak di kala musim hujan. Gejala umum yang terjadi adalah demam tinggi, ruam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hingga muntah. Untuk penanganan yang sudah parah, membutuhkan donor darah dan trombosit.

Baca juga: 9 Macam Manfaat Kesehatan Mengkonsumsi Spirulina

Cacar Air

Penyebab cacar air adalah virus Varicella zoster yang menyerang anak-anak berusia di bawah 15 tahun, meskipun bisa menyerang orang dewasa. Untuk penyembuhan penyakit ini, biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup dan diobati dengan vaksin anti cacar. Walaupun seseorang pernah mengalami cacar air, mereka juga dapat terkena herpes zoster yang gejalanya hampir sama dengan cacar air di beberapa tahun kemudian.

Campak

Penyakit satu ini disebabkan oleh Paramyxovirus A yang menyerang saluran pernapasan dari mulut ke bronkiolus, lalu menyebar ke kulit dan usus halus. Kini ada yang namanya campak Jerman atau yang kerap disebut Rubella akan menyerang pernapasan, mata, kulit, dan kelenjar limfa di leher. Gejalanya seperti demam ringan dan ruam di sekitar wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak ditangani dengan cepat, akan berbahaya bagi janin bahkan menyebabkan cacat dan keguguran.

HIV/AID

Seperti yang kita tahu, HIV menyerang sistem imun penderitanya dengan menghancurkan sel darah putih. AIDS adalah tahapan akhir dari infeksi HIV yang cenderung ditularkan melalui hubungan seksual dan berbagi jarum suntuk yang sama oleh penderita HIV.

Flu

Umumnya gejala flu hampir sama dengan pilek, namun lebih serius, seperti demam, sakit kepala, kelelahan, meriang, nyeri otot, mual, dan muntah. Penyakit ini terkenal dengan penularannya yang sangat cepat, terutama saat musim hujan dikarenakan iklim yang lembab.

Chikungunya

Penyebabnya seperti namanya, yakni virus chikungunya yang dibawa oleh nyamuk yang sama dengan penyebar virus demam berdarah dengue dan virus zika. Selain itu, virus ini dapat menyebar melalui darah. Gejalanya mirip dengan demam berdarah, namun sendi-sendi Anda lebih terasa nyeri terutama saat digerakkan.

Hepatitis

Penyakit Hepatitis disebabkan oleh virus Hepatitis B atau C dan menyerang organ hati kemudian menyebar melalui darah dan sperma oleh si penderita. Sayangnya gejala Hepatitis tidak bisa diamati dengan mata telanjang, melainkan dengan tes darah untuk mengetahuinya.

Herpes

Disebabkan adanya virus Herpes simplex yang menyerang membrane mukosa di kulit, mulut hingga alat kelamin. Gejalanya hampir serupa seperti cacar air.

Cara Mencegah Virus Masuk ke Dalam Tubuh

1. Konsumsi makanan sehat

Sistem imun yang sehat pasti memerlukan makanan bernutrisi. Ada berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh diantaranya vitamin, mineral, hingga molekul antioksidan. Mudahnya, konsumsilah makanan yang berwarna dengan buah dan sayuran, seperti alpukat, wortel, buah beri, tomat hingga jeruk.

2. Berolahraga

Sebuah penelitian di tahun 2015 mengemukakan bahwa latihan yang cukup membantu proses regenerasi sel imun, hingga mengurangi peradangan pada tubuh. Ya, untuk menjaga kekebalan tubuh, lakukan latihan fisik secukupnya saja dan sesuai kemampuan diri.

3. Sediakan waktu untuk berjemur

Mungkin Anda pernah mendengar anjuran berjemur di bawah sinar matahari walau hanya sebentar. Sinar matahari disebutkan dapat memberi energi salah satu sel imun, yaitu sel T. Baiknya, pagi hari di jam 10 selama 15 menit menjadi waktu paling pas untuk melakukan kegiatan ini.

4. Pola Tidur

Tidur berhubungan erat dengan sistem imun di dalam tubuh. Tidur yang cukup menjadi salah satu agar regulasi imun selalu terjaga. Sebaliknya, kurang tidur akan menurunkan sistem imun. Mereka yang kurang tidur, rentan terinfeksi patogen, lalu menurunnya proliferasi limfosit sebagai bagian dari imun. Tubuh akan melepaskan sejenis protein atau disebut sitokin hanya saat kita tidur.

Sitokin ini punya peran penting dalam sistem imun manusia. Untuk memenuhi kebutuhan tidur Anda, National Sleep Foundation menyebutkan orang dewasa perlu tidur dengan durasi 7-9 jam dalam satu hari.

5. Kendalikan Stres

Beberapa orang tidak mengira bahwa stres erat hubungannya dengan kekebalan tubuh. Misalnya, stres jangka panjang yang mengacaukan fungsi sel imun, bahkan memancing peradangan.

Tak perlu khawatir, banyak cara untuk mengendalikan stres. Diantaranya melakukan meditasi, berolahraga ringan, dan menjalankan aktivitas yang selalu positif. Tak lupa senantiasa terhubung dengan keluarga dan teman-teman meskipun di tengah pandemi seperti ini hanya melalui virtual.

Nah itulah beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus beserta cara mencegahnya. Maka dari itu, jika Anda kemungkinan tertular infeksi virus dari seseorang dengan adanya bukti gejala virus, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan secara tepat. Semoga bermanfaat!

Share on:

Tinggalkan komentar